Huta Parjalangan merupakan salah satu huta/kampung/dusun di Nagori Parjalangan, Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Huta Parjalangan pada awalnya merupakan tempat perantauan dari sekelompok keturunan dari Raja Purba Pakpak dari Huta Partibi. Pada waktu itu mereka merantau ke tempat ini untuk mencari lahan yang akan dijadikan tempat pemukiman baru dan lahan pertanian mereka.
Keturunan Raja Purba Pakpak yang membawa rombongan untuk membuka pemukiman dan lahan pertanian di tempat yang kemudian akan disebut sebagai Huta Parjalangan adalah Tuan Bangkit Purba (Generasi ke 12 dari Raja Purba Pakpak).
Tuan Bangkit Purba merupakan Kepala atau Tuan dari Huta Parjalangan pertama.
Tuan Bangkit Purba anak dari Tuan Tama Purba (Partibi).
Tuan Bangkit Purba anak dari Tuan Tama Purba (Partibi).
Setelah Tuan Bangkit Purba, kepemimpinan / kepanguluan Huta Parjalangan diteruskan kepada anaknya yaitu Tuan Jalakkup Purba.
Pangulu Parjalangan selanjutnya diteruskan kepada anaknya yaitu St. Kantur Lenson Purba.
Kepanguluan Huta Parjalangan selanjutnya diteruskan kepada adek dari St. Kantur Lenson yaitu Jasamen Purba.
Jasamen Purba juga pernah menjabat sebagai Pangulu Raya Huluan.
Jasamen Purba juga pernah menjabat sebagai Pangulu Raya Huluan.
Dengan terbentuknya Nagori Parjalangan yang terdiri dari Huta Parjalangan, Huta Pamurpuran, Kampung Baru, dan Parlombuan terpilih sebagai Pangulu Nagori Parjalangan adalah St. Derianser Purba (anak dari St. Kantur Lenson Purba).
Setelah St. Derianser Purba, kepanguluan Nagori Parjalangan selanjutnya adalah Idik Damanik, yang merupakan anak dari St. Erlina br. Purba (anak perempuan dari Kadim Purba).
Kadim Purba adalah adik dari Tuan Jalakkup Purba.
Kadim Purba adalah adik dari Tuan Jalakkup Purba.
Sumber :
1. Silsilah Tuan Parjalangan oleh Konseptor abang St. Darfin Purba, S.H.
2. Dituturkan dari bapak Yernius Purba / Opung Doli Kristiane Purba
(Tulisan ini masih memerlukan penyempurnaan, mohon dukungan informasi melalui kolom komentar)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar