Rabu, 03 Juni 2026

PARULTOP-ULTOP OPPUNGNI PURBA PAKPAK

Asal usul Marga Purba Pakpak di Simalungun tidak terlepas dari kisah Raja I Oppung Parultop-Ultop Purba Pakpak dan Partuanon yang dibentuknya.

Alkisah di sebuah kampung bernama BATU SARINDAN (sekarang daerah Singkil, Aceh Selatan) dipimpin oleh Raja dengan gelar TUAN PINTU BATU. Anak tertuanya bernama RAENDAN, yang telah usia dewasa, sebagaimana kebiasaan keturunan Raja masa itu bahwa anak pertama (sulung) dipaikkat (diberangkatkan) mencari luat kerajaannya (wilayah kerajaannya).

Kemudian sang Raja memanggil puang bolon dan para panglimanya untuk melaksanakan pemberangkatan sang anak tertua / tersulung, Raendan, hingga pada saat pemberangkatan sebagaimana biasanya menurunkan segala kemampuan dan ilmu yang dimilikinya untuk diberikan kepada anak tersebut yang kelak akan menjadi Raja di suatu luat (wilayah). Antara lain yang di diberikan dan fakta kita ketahui hingga dewasa ini adalah Ultop. Ilmu yang bisa membuat tidak terlihat hanya dengan berlindung dan memegang pohon sanduduk. dan ilmu lainnya ilmu menghilang yang disebut Siat Alogo Siat Au. Dan masih banyak kemampuan-kemampuan lainnya yang diberikan untuk bekal menjadi Raja.

Bersamaan dengan waktu Raendan dipaikkat oleh Tuan Pintu Batu Sarindan, di daerah Pakpak ada kampung yang bernama Tungtung Batu, masuk kawasan Silima Pungga-Pungga. Di sana sedang terjadi suatu bencana yang sangat menghebohkan yang menimbulkan korban jiwa anak-anak, dimana burung buas yang disebut Manuk-Manuk Sipitu Ulu atau Manuk-Manuk Nanggordaha menyambar anak-anak untuk menjadi mangsanya. Untuk mengatasi keganasan Manuk-Manuk Nanggordaha tersebut, Raja Negeri itu mengadakan suatu sayembara bahwa barang siapa yang dapat membunuh burung Nanggordaha tersebut akan dijadikan menantu Raja dan akan diangkat menjadi Raja Paidua (Wakil Raja).

Mengetahui sayembara yang dibuat oleh Raja Silima Pungga-Pungga, maka Raendan, anak tertua Tuan Pintu Batu Sarindan yang sudah dipaikkat (diberangkatkan) untuk mencari daerah untuk dijadikan wilayah kerajaan oleh Tuan Pintu Batu Sarindan, tanpa berpikir panjang melaporkan kepada orangtuanya Tuan Pintu Batu Sarindan akan ikut serta memburu Manuk-Manuk Nanggordaha demi untuk menyelamatkan anak-anak dan rakyat supaya tidak menjadi korban, tanpa suatu ke kepentingan untuk dijadikan menantu Raja.

Mendengar pernyataan anaknya, Tuan Pintu Batu Sarindan terkejut. Tapi dalam hatinya Tuan Pintu Batu Sarindan semakin yakin keberhasilan anaknya kelak menjadi Raja karena sudah berpikir untuk menyelamatkan rakyat, sehingga disetujuinya anaknya untuk melaksanakan tugas mulia tersebut, sambil berangkat menuju luat yang dianggap patut menjadi kerajaannya.

Keberangkatan Raendan disertai dengan pendamping seorang pemuda yang ditunjuk oleh Tuan Pintu Batu Sarindan. Mereka pun berangkat dengan menunggang seekor kuda putih jantan. Kemudian berangkat memburu manuk-manuk nanggordaha yang menjadi musuh rakyat Tungtung Batu tersebut.

Perburuan manuk-manuk nanggordaha oleh Raendan setidaknya untuk saat itu telah berhasil mengusirnya dari kampung Tungtung Batu. Meskipun tidak terlihat bangkai burung tersebut. Hal itu juga diyakini karena setiap kali mangultop, naggordaha masih mampu terbang dari satu pohon ke pohon lainnya. Tetapi Raendan tidak henti hentinya memburu, sehingga tidak terdengar lagi ada korban anak-anak yang disambar oleh manuk-manuk nanggordaha.

Meyakini tidak ada lagi korban anak-anak dan rakyat pun sudah kembali bisa hidup tenang, Raendan bersama temannya melanjutkan perjalanan untuk mencari luat yang menjadi kerajaannya. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Di tengah-tengah hutan melewati banyak kampung. Raendan terkadang hanya makan burung-burung dari hasil ultopannya. Raendan terus melanjutkan perjalanannya. Dalam perjalanannya, Raendan seringkali melihat keberadaan manuk-manuk nanggordaha dan setiap kali itu juga Raendan mangultopnya. Namun manuk-manuk nanggordaha tetap dapat terbang dari pohon yang satu ke pohon yang lainnya. Begitulah seterusnya dan setelah berbulan-bulan sampailah Raendan di hutan sekitar Sihodon-hodon (sekarang masuk Sipitu Huta).

Setelah istirahat beberapa saat, kembali Raendan melihat burung itu sedang bertengger di atas buar-buar. Raendan membidikkan ultopnya hingga manuk-manuk nanggordaha ken anak panah ultopnya, tetapi burung itu tetap bisa terbang dari satu pohon ke pohon lainnya.

Demikian dalam perjalanannya sambil mencari dan menemukan wilayah kerajaannya, ia akhirnya sampai di sekitar Dolog (gunung) Simbolon. Raendan terus berjalan melalui hutan-hutan melewati gunung tersebut menuju ke arah Timur dan sampailah Raendan di Nagur Raja (Kerajaan Nagur).

Di Nagur Raja pada waktu itu sedang terjadi peperangan sengit dengan kerajaan lain. Tuan Nagur Raja memerintahkan kepada semua pasukannya bahwa semua orang asing yang tidak dikenal agar ditangkap dan dibawa kehadapan Tuan Nagur Raja. Pasukan kerajaan Nagur yang melihat Raendan bersama dengan seorang pemuda yang mendampinginya berusaha untuk menangkapnya hidup-hidup untuk dibawa dan menjadi tawanan Tuan Nagur Raja. Tetapi Raendan dengan ilmu dan kemampuan yang dimilikinya tidak pernah berhasil ditangkap oleh pasukan Nagur. Setiap kali Raendan mau ditangkap, dia sanggup melumpuhkan pasukan Nagur tersebut.

Semakin tersebarlah kehebatan Raendan di wilayah kerajaan Nagur hingga Raja mendapat laporan dari pasukannya. Mendengar berita tersebut Raja Nagur memerintahkan pasukan yang lebih hebat lagi dan dalam jumlah yang lebih besar untuk menangkapnya. Demikian berulang kali Raendan tetap mampu melakukan perlawanan hingga mengakibatkan korban yang banyak di pihak kerajaan Nagur.

Berita itupun kembali didengar oleh Raja Nagur, hingga yang kesekian kalinya pasukan Nagur untuk mencari dan menangkap Raendan tidak pernah berhasil karena yang terakhir kali Raendan terdesak, tetapi dengan Tonah (amanat) yang diberikan oleh bapaknya (Tuan Pintu Batu Sarindan), dua ilmu pamungkas dapat digunakan apabila sudah terdesak yaitu Ilmu Idia Adong Sanduduk Hujolom Lang Taridah Ahu, yaitu ilmu yang bisa membuat musuh tidak melihatnya, cukup dengan memegang pohon sanduduk dan Ilmu Siat Alogo Siat Au (di mana ada lobang yang bisa dilalui udara dia bisa meloloskan diri dari lubang udara tersebut).

Salah satu dari ilmu pamungkasnya yaitu Ilmu Idia Adong Adong Sanduduk Hujolom Lang Taridah Ahu digunakannya pada saat ia terdesak oleh pasukan Raja Nagur yang dalam jumlah besar dengan kemampuan yang luar biasa. Raendan pada saat itu juga berhasil meloloskan diri dari kepungan pasukan Nagur. Saat itu Raendan mendengar pembicaraan pasukan Raja Nagur bahwa nyali pasukan Nagur sudah ciut dan yang menyebutkan salut dan luar biasa bahkan angkat tangan untuk menangkapnya. Terlebih kenyataan tiba-tiba ia bisa menghilang dari kepungan pasukan Nagur.

Begitulah dalam petualangannya, akhirnya Raendan kembali mengingat Tonah (amanat) mencari luat untuk wilayah kerajaannya.

Raendan berjalan terus dan sampailah ia di sekitar Pamatang Purba. Di sini Raendan melihat burung Nanggordaha dan kembali mangultop burung tersebut hingga beberapa hari lamanya. Dan setelah beberapa hari dari perburuannya, Raendan pun menemukan bangkai Nanggordaha di bawah pohon besar di Pamatang Purba. Melihat bangkai Nanggordaha tersebut, Raendan heran dan menjadi tanda tanya besar bagi dirinya karena begitu banyak sudah burung Nanggordaha diultopnya (dipanahnya), baru di sinilah dia menemukan bangkai Nanggordaha.

Raendan melihat bahwa wilayah ini begitu bagus, dengan hamparan tanahnya yang luas, datar, sumber air yang melimpah dan juga subur. Setelah mengamati dan merenungkannya hingga pada akhirnya dia mendapat gorak (petunjuk) bahwa daerah itulah yang menjadi pusat kerajaannya.

Akhirnya Raendan mengumumkan bahwa ia adalah Tuan di wilayah tersebut. Mendengar pengumuman itu, Tuan Simallobong marah bahkan mendatangi Raendan dan mencoba mengusirnya, namun Raendan tetap dengan segala kharisma yang dimilikinya menyatakan dengan tegas bahwa dialah sebagai Tuan di tempat itu.

Mendengar pernyataan itulah Tuan Simallobong marah besar dengan mengeluarkan pernyataan bahwa Tanah Ini Adalah Tanah Kami dan Air Yang Di Sini Adalah Air Kami. Dengan jawaban lembut dan berwibawa Raendan menyatakan kalau memang demikian kata Tuan Simallobong, mari kita buktikan dengan marbija (bersumpah) di tengah Harungguan (rapat besar) dengan Raja-Raja yang lain, sehingga bisa membuktikan siapa sebenarnya yang berhak menjadi Tuan di sini.

Permintaan Raendan dipenuhi Tuan Simallobong, dengan mengadakan harungguan dengan disaksikan oleh masyarakat banyak dan partuanon lainnya. Hingga pada akhirnya ditetapkan harapaton dan parbijaon tersebut. Ketika dilakukan harapaton dan parbijaon itu, Tuan Simallobong mengawali pernyataan yang mengatakan bahwa dialah sebagai tuan di Pamatang Purba karena tanah itu adalah tanahnya dan air yang di sekitar situ adalah airnya, sehingga dialah yang menjadi tuan di tempat itu. Jadi tidak ada alasan Raendan yang menyatakan menjadi Tuan di tempat itu.

Kemudian harapaton meminta Raendan memberikan alasan yang membuat dia menyatakan sebagai Tuan di tempat itu. Raendan sebelum berbicara terlebih dahulu dia di dalam hati menyebut 3 (tiga) nama benda yang disebut Doa Kekuatan. Dia dengan posisi meletakkan ultopnya di samping kanannya sambil dengan sigap meletakkan tanoh sahoppul (tanah segenggam) di bawah dubur, yang telah dibawa-bawanya dan dibekali oleh bapaknya. Diduduki dengan posisi kaki kiri dilipat dengan tumit menutup lobang duburnya dan kaki kanan diletakkan di atas kaki kirinya, sambil berkata dengan lembut tapi tegas dan penuh wibawa.
"Anggo lang tanokku na huhunduli on, janah aekku na huinum on, matema ahu, songon parmateni manuk-manuk nanggordaha. Tapi anggo tanokku do na huhunduli on janah aekku do na huinum on, ahu ma na jadi Tuan ijon."

Seraya membuktikan bahwa tanoh sahoppul (tanah segenggam) yang didudukinya diperlihatkan kepada Tuan Simallobong. Wakil-wakil dari Raja ber-empat di Simalungun dan disaksikan rakyat yang berkumpul, kemudian Raendan pun seraya memperlihatkan Tatabu yang berisi air dan meminumnya dengan mengatakan Aekku Do Na Huinum, sedangkan yang menyatakan bahwa tanah ini adalah tanah kalian dan air ini adalah air kalian adalah tidak benar karena tanah dan air ini adalah milik Oppu Mula Jadi Nabolon. Jadi itulah sebabnya saya menjadi Tuan di sini.

Mendengar pernyataan itulah Tuan Simallobong dan Wakil-Wakil Raja, khususnya rakyat yang berkumpul menerima pernyataan Raendan menjadi Tuan di Pamatang Purba. Demikian akhirnya karena ternyata hari itu juga sampai beberapa waktu berikutnya Raendan tetap segar bugar. Diyakini bija (sumpah) yang diucapkan benar dan diridhoi Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi Tuan di Tanah Purba.

Maka pada Tahun 1515 Tuan Raendan disahkan (ipatappei sihilap) menjadi Tuan Purba / Raja Purba yang dikenal dengan Tuan Parultop-Ultop Purba Pakpak. Sejak saat itu resmilah Kerajaan Purba menjadi kerajaan yang kelima (5) di Tanah Simalungun sesudah Kerajaan Siantar, Tanoh Jawa, Dolog Silau, dan Panei.

Setelah Raendan yang dikenal dengan Tuan Parultop-Ultop Purba Pakpak resmi diakui sebagai Tuan Purba. Karena statusnya saat itu masih garama (pemuda belum menikah) maka dengan maksud untuk memperkuat dan tetap mendapat dukungan dari Kerajaan Nagur, kemudian Raendan bersama rombongan mendatangi Tuan Nagur dan meminta agar Boru Tuan Nagur dipersunting menjadi istrinya (Puang Bolon).

Menerima kedatangan Raendan Tuan Parultop-Ultop Purba Pakpak, Tuan Nagur terkejut atas keberaniannya secara langsung meminta, sehingga Tuan Nagur tanpa berpikir panjang menyetujui dan memanggil putrinya yang bernama Tapi Omas Boru Damanik untuk diperistri Raendan sebagai istri pertama. Itulah sebabnya marga Damanik sejak dahulu menjadi Tonding di rumah Purba Pakpak.

Demikian juga istri-istri berikutnya (puang bolon), ada yang boru Saragih, Haloho, dan boru lainnya yang ada di Simalungun, tetap dengan status yang sama, yaitu Puang Bolon.

Raja-Raja di Kerajaan Purba :
1. Raja Purba I yaitu Tuan Raendan gelar Tuan Parultop-Ultop, berkuasa tahun 1515 sd. 1560.
2. Raja Purba II yaitu Tuan Rajiman, berkuasa tahun 1560 sd 1590.
3. Raja Purba III yaitu Tuan Naggar, berkuasa tahun 1590 sd 1631.
4. Raja Purba IV yaitu Tuan Batiran, berkuasa tahun 1631 sd 1650.
5. Raja Purba V yaitu Tuan Bakkaraja, berkuasa tahun 1650 sd 1679.
6. Raja Purba VI yaitu Tuan Baringin, berkuasa tahun 1679 sd 1727.
7. Raja Purba VII yaitu Tuan Bona Batu, berkuasa tahun 1727 sd 1762.
8. Raja Purba VIII yaitu Tuan Rajaulan, berkuasa tahun 1762 sd 1795.
9. Raja Purba IX yaitu Tuan Atian, berkuasa tahun 1795 sd 1830.
10. Raja Purba X yaitu Tuan Hormabulan, berkuasa tahun 1830 sd 1867.
11. Raja Purba XI yaitu Tuan Raondob, berkuasa tahun 1867 sd 1904.
12. Raja Purba XII yaitu Tuan Rahalim, berkuasa tahun 1904 sd 1921.
13. Raja Purba XIII yaitu Tuan Karel Tanjung, berkuasa tahun 1921 sd 1934.
14. Raja Purba XIV yaitu Tuan Mogang, berkuasa tahun 1934 sd 1947.

Pada waktu Kerajaan yang dipimpin oleh Raja Purba yang pertama. Raja juga mengembangkan wilayah kerajaannya dengan cara memberangkatkan Anak Tertuanya menjadi Tuan di salah satu kampung di luar Pamatang Purba. Demikian juga seterusnya, Raja secara turun temurun mengembangkan PARTUANON, kecuali pada Raja Purba ke 13 dan ke 14 adalah satu generasi yakni generasi ke 13. Adapun maksud dan tujuan raja pada masa itu mengembangkan partuanon dari keturunannya adalah untuk memperkuat Kerajaan Purba yang dipimpin pada masa kerajaannya, sekaligus mensejahterakan keturunan dan rakyatnya.

Sejarah singkat di atas seperti yang pernah dituturkan secara lisan oleh Tuan Djalakkup Purba Pakpak, Tuan Parjalangan (Pangulu Parjalangan) yang lahir pada tahun 1882 dan meninggal dunia pada tahun 1986 (pada usia 104 tahun).
Tuan Djalakkup anak dari Tuan Partibi / Tuan Parjalangan, Tuan Subangkit Purba Pakpak.
Tuan Subangkit Purba Pakpak anak dari Tuan Partibi, Tuan Tama Purba Pakpak.
Tuan Tama Purba Pakpak anak dari Tuan Purba Tongah, Tuan Inir Purba Pakpak.
Tuan Inir Purba Pakpak anak dari Tuan Atian, Raja Purba IX.
Kepada cucunya St. Darfin Purba, S.H. anak dari St. Kantur Lenson Purba Pakpak.

Ini hanya sebuah tulisan dari hasil Penuturan, bukan untuk dipertentangkan.

Medan, 23 February 2014, Sy. Kompol Darfin Purba, S.H.




(Ditulis ulang oleh Pandangan Rimbawan)

Selasa, 02 Juni 2026

Lasmi br. Saragih

Lasmi br. Saragih anak dari Sarmainim br. Purba dengan St. Jareman Saragih.

Sarmainim br. Purba merupakan anak ketujuh dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Rudi Saragih

Rudi Saragih anak dari Sarmainim br. Purba dengan St. Jareman Saragih.

Sarmainim br. Purba merupakan anak ketujuh dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Rudi Saragih berdomisili di Bane, Pematang Siantar




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Peris Saragih

Peris Saragih anak dari Sarmainim br. Purba dengan St. Jareman Saragih.

Sarmainim br. Purba merupakan anak ketujuh dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Peris Saragih menikah dengan br. Siahaan.
Berdomisili di Jakarta




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Polmer Saragih

Polmer Saragih anak dari Sarmainim br. Purba dengan St. Jareman Saragih.

Sarmainim br. Purba merupakan anak ketujuh dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Polmer Saragih menikah dengan br. Simanjuntak.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Kiris Sinaga

Kiris Sinaga anak dari Maihinim br. Purba dengan Lesman Sinaga.

Maihinim br. Purba merupakan anak keenam dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Kiris Sinaga tinggal di Kalimantan.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Ati br. Sinaga

Ati br. Sinaga anak dari Maihinim br. Purba dengan Lesman Sinaga.

Maihinim br. Purba merupakan anak keenam dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Ati br. Sinaga menikah dengan Gultom.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Riclok Lauren Sinaga

Riclok Lauren Sinaga anak dari Maihinim br. Purba dengan Lesman Sinaga.

Maihinim br. Purba merupakan anak keenam dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Riclok Lauren Sinaga menikah dengan br. Purba.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Hendrik Sinaga

Hendrik Sinaga anak dari Maihinim br. Purba dengan Lesman Sinaga.

Maihinim br. Purba merupakan anak keenam dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Hendrik Sinaga menikah dengan br. Lumban Gaol dan tinggal menetap di Bah Sulung.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Nursaidah br. Sinaga

Nursaidah br. Sinaga anak dari Maihinim br. Purba dengan Lesman Sinaga.

Maihinim br. Purba merupakan anak keenam dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Nursaidah br. Sinaga menikah dengan Manullang.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Lena br. Purba Pakpak Generasi ke 15

Silsilah dari Lena br. Purba :

1. Jahortam Purba, generasi ke 14, ayah dari Lena br. Purba.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jahortam Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.


Berdomisili di Medan.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Barmen Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Barmen Purba :

1. Jahortam Purba, generasi ke 14, ayah dari Barmen Purba.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jahortam Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.


Berdomisili di Jakarta.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Netty br. Purba Pakpak Generasi ke 15

 Silsilah dari Netty br. Purba :

1. Jahortam Purba, generasi ke 14, ayah dari Netty br. Purba.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jahortam Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.


Berdomisili di Jayapura.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Lenni br. Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Lenni br. Purba :

1. Jahortam Purba, generasi ke 14, ayah dari Lenni br. Purba.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jahortam Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Berdomisili di Jakarta.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Edi Purba Pakpak Generasi ke 15

Silsilah dari Edi Purba :

1. Jahortam Purba, generasi ke 14, ayah dari Edi Purba.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jahortam Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Senin, 27 April 2026

Asean Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Asean Purba :

1. Jasamen Purba, generasi ke 14, ayah dari Asean Purba dan ibunya br. Sinaga.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jasamen Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Asean Purba tinggal di Surabaya.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Puah Madi Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Puah Madi Purba :

1. Jasamen Purba, generasi ke 14, ayah dari Puah Madi Purba dan ibunya br. Sinaga.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jasamen Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Puah Madi Purba menikah dengan br. Saragih, tinggal di Raya Huluan dan memiliki 2 (dua) orang anak yaitu
1. ... Purba.
2. ... Purba



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Safri br. Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Safri br. Purba :

1. Jasamen Purba, generasi ke 14, ayah dari Safri br. Purba dan ibunya br. Sinaga.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jasamen Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Safri br. Purba menikah dengan Sitopu, tinggal di Medan dan memiliki 2 (dua) orang anak yaitu
1. .... Sitopu.
2. .... Sitopu.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Dewi br. Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Dewi br. Purba :

1. Jasamen Purba, generasi ke 14, ayah dari Dewi br. Purba dan ibunya br. Sinaga.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jasamen Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Dewi br. Purba menikah dengan orang Bali, tinggal di Kupang dan memiliki 2 (dua) orang anak yaitu
1. Dede.
2. Rama.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Damli Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Damli Purba :

1. Jasamen Purba, generasi ke 14, ayah dari Damli Purba dan ibunya br. Sinaga.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jasamen Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Damli Purba menikah dengan br. Saragih, tinggal di Raya Huluan dan memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu
1. Micael Purba.
2. Michelen br. Purba
3. Tiwi br. Purba



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Lipter Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Lipter Purba :

1. Jasamen Purba, generasi ke 14, ayah dari Lipter Purba dan ibunya br. Sinaga.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jasamen Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Lipter Purba menikah dengan br. Saragih, tinggal di Raya Huluan dan memiliki 1 (satu) orang anak yaitu Napa br. Purba.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Tetty br. Damanik

Tetty br. Damanik anak dari Ongmauhur br. Purba dengan K. Damanik.

Ongmauhur br. Purba merupakan anak keempat dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Tetty br. Damanik menikah dengan Manalu dan memiliki 4 (empat) orang anak yaitu :
1. Melin br. Manalu.
2. Edi Manalu.
3. Tirta Manalu.

Tetty br. Damanik berdomisili di Pematang Siantar.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Lisken br. Damanik

Lisken br. Damanik anak dari Ongmauhur br. Purba dengan K. Damanik.

Ongmauhur br. Purba merupakan anak keempat dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Lisken br. Damanik menikah dengan Tarigan dan memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu :
1. Winda br. Tarigan.
2. Desi br. Tarigan.
3. Rian Tarigan.

Lisken br. Damanik berdomisili di Tanah Jawa.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Nelly br. Damanik

Nelly br. Damanik anak dari Ongmauhur br. Purba dengan K. Damanik.

Ongmauhur br. Purba merupakan anak keempat dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Nelly br. Damanik menikah dengan Munthe dan memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu :
1. Daniel Munthe.
2. Etta Munthe.
3. Gres Munthe.

Nelly br. Damanik berdomisili di Jambi.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Marice br. Damanik

Marice br. Damanik anak dari Ongmauhur br. Purba dengan K. Damanik.

Ongmauhur br. Purba merupakan anak keempat dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Marice br. Damanik menikah dengan St. S. Girsang dan memiliki 4 (empat) orang anak yaitu :
1. Frenci br. Girsang.
2. Edo Girsang.
3. Warda br. Girsang.
4. Tommy Girsang.

Marice br. Damanik berdomisili di Bane, Pematang Siantar.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Rusman Damanik

Rusman Damanik anak dari Ongmauhur br. Purba dengan K. Damanik.

Ongmauhur br. Purba merupakan anak keempat dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Rusman Damanik menikah dengan br. Sinaga dan memiliki 4 (empat) orang anak yaitu :
1. Abin br. Damanik.
2. Rayana br. Damanik.
3. Raplinaldi Damanik.
4. Ralia br. Damanik
Br. Sinaga meninggal dunia karena sakit.
Selanjutnya Rusman Damanik menikah lagi dengan br. Purba dan memiliki 1 (satu) orang anak yaitu :
5. .... Damanik

Rusman Damanik berdomisili di Bane, Pematang Siantar.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Barinsen Damanik

Barinsen Damanik anak dari Parionim br. Purba dengan St. R. Damanik.

Parionim br. Purba merupakan anak kedua dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Barinsen Damanik menikah dengan br. Purba dan memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu :
1. Melda br. Damanik.
2. Viktor Damanik.
3. Jimmy Damanik.

Barinsen Damanik berdomisili di Parjalangan.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Riani br. Damanik

Riani br. Damanik anak ketiga dari Parionim br. Purba dengan St. R. Damanik.

Parionim br. Purba merupakan anak kedua dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Riani br. Damanik menikah dengan Manullang dan memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu :
1. Sion Manullang.
2. Naomi br. Manullang.
3. Enos Manullang.

Riani br. Damanik berdomisili di Bane, Pematang Siantar.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Lespi br. Damanik

Lespi br. Damanik anak ketiga dari Parionim br. Purba dengan St. R. Damanik.

Parionim br. Purba merupakan anak kedua dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Lespi br. Damanik menikah dengan Turnip dan memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu :
1. Iwan Turnip.
2. ... Turnip.
3. ... Turnip.

Lespi br. Damanik berdomisili di Kalimantan.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Amer Damanik

Amer Damanik anak dari Parionim br. Purba dengan St. R. Damanik.
Parionim br. Purba merupakan anak kedua dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Amer Damanik menikah dengan br. Purba dan memiliki 5 (lima) orang anak yaitu :
1. Haspita br. Damanik.
2. Dahlia br. Damanik.
3. Suprianto Damanik.
4. Betty br. Damanik.
5. Aslan Damanik.

Amer Damanik berdomisili di Parjalangan.




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Jamaner Damanik

Jamaner Damanik anak dari Parionim br. Purba dengan St. R. Damanik.
Parionim br. Purba merupakan anak kedua dari Pangulu Parjalangan Tuan Jalakkup Purba dan Dongmainim br. Sinurat.

Jamaner Damanik menikah dengan br. Purba dan memiliki 2 (dua) orang anak yaitu :
1. Nandes Damanik
2. Boni Damanik

Jamaner Damanik berdomisili di Bontang.


Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Ren Sinus Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Ren Sinus Purba :

1. Jotang Purba, generasi ke 14, ayah dari Ren Sinus Purba dan ibunya br. Saragih.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jotang Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Ren Sinus Purba menikah dengan Rimbun br. Damanik, tinggal di Bane, Pematang Siantar dan memiliki 2 (dua) orang anak yaitu :
1. Bion Purba.
2. Gein Purba.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Jhon Edis Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Jhon Edis Purba :

1. Jotang Purba, generasi ke 14, ayah dari Jhon Edis Purba dan ibunya br. Saragih.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jotang Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Jhon Edis Purba menikah dengan Tiur br. Siahaan, tinggal di Jakarta dan memiliki 2 (dua) orang anak yaitu :
1. Gaby br. Purba.
2. Vili br. Purba.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Saur P. Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Saur P. Purba :

1. Jotang Purba, generasi ke 14, ayah dari Saur P. Purba dan ibunya br. Saragih.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jotang Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Saur P. Purba menikah dengan Rosdewita br. Saragih, tinggal di Bane, Pematang Siantar dan memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu :
1. Alledia br. Purba.
2. Sasha br. Purba.
3. Abram Purba.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Rohmaida br. Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Rohmaida br. Purba :

1. Jotang Purba, generasi ke 14, ayah dari Rohmaida br. Purba dan ibunya br. Saragih.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jotang Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Rohmaida br. Purba menikah dengan Ivan Saragih, tinggal di Medan dan memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu :
1. Maria br. Saragih.
2. Silvia br. Saragih.
3. Johan Saragih.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Berliana br. Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Berliana br. Purba :
1. Jotang Purba, generasi ke 14, ayah dari Berliana br. Purba dan ibunya br. Saragih.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jotang Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Berliana br. Purba menikah dengan St. Muba Simangunsong, tinggal di Bane, Pematang Siantar dan memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu :
1. Yosua Pratama Simangunsong. Menikah dengan Deasi F. br. Simanjuntak.
2. Ary Lades Simangunsong. Menikah dengan Novauli R. br. Gultom.
3. Gifta Jewela br. Simangunsong.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Heppy br Purba Pakpak Generasi Ke 15

Silsilah dari Heppy br. Purba :
1. Jotang Purba, generasi ke 14, ayah dari Heppy br. Purba dan ibunya br. Saragih.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari Jotang Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Heppy br. Purba menikah dengan Kasim Damanik, tinggal di Haranggaol dan memiliki 4 (empat) orang anak yaitu :
1. Ika br. Damanik.
2. Ayu br. Damanik.
3. Joi Damanik.
4. Rona br. Damanik



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

Weliana

Weliana lahir di Muara Gulo tanggal 15-11-1956, anak dari Husain bin Abdullah seorang guru Sekolah Rakyat di Muara Gulo, Muara Enim, Sumatera Selatan dan ibu Murhidah binti Muhammad Amin.

Bapak dari Weliana meninggal pada waktu Weliana umur 7 bulan. Meninggalkan 2 (dua) orang anak yaitu Sahrul Abidin (anak pertama) dan Weliana (anak kedua).

Husain bin Abdullah dimakamkan di Muara Gulo.

Sepeninggal Husain, ibu dari Weliana pergi ke Lubuk Linggau.
Weliana karna masih bayi dibawa oleh Murhidah, sedangkan Sahrul kecil ditinggalkan di rumah keluarga di Muara Gulo.

Di Lubuk Linggau, Murhidah berjumpa dengan Tugiman dan akhirnya menikah dan menetap di Bor Lapan.
Dari pernikahan dengan Tugiman melahirkan 5 (lima) orang anak yaitu Sukarman, Juli, Erli, Sri, dan Priana. 

Karena mau sekolah, Weliana tinggal di rumah mak ciknya yaitu Rosihah yang menikah dengan seorang anggota TNI-AD yaitu Muslini di Lubuk Linggau.
Saat itu pasangan Rosihah dan Muslini baru menikah dan belum memiliki anak. Sehingga Weliana dianggap juga sebagai anak pertama mereka.

Weliana bersekolah di Sekolah Rakyat (SR), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan tamat dari SKP (Sekolah Kepandaian Putri) setingkat SMA di Lubuk Linggau.

Berjumpa dengan Yernius Purba di Bor Lapan, yang kebetulan bekerja di perusahaan kayu milik Inggris di sana. Pasangan ini menikah tanggal 23-10-1976 di Bor Lapan.

Anak Weliana dengan Yernius Purba ada 4 (empat) orang yaitu :

1. Ucok Firda Purba (lahir di Bengkulu tanggal 28-08-1977). Ucok Firda Purba 
sebenarnya lahir di RSU Lubuk Linggau, namun untuk mengurus Akte Kelahiran harus ke Lubuk Linggau, membutuhkan waktu dan biaya untuk ke Lubuk Linggau, padahal sudah tinggal menetap di Bengkulu, Yernius Purba akhirnya mengurus / mencatatkan Akte Kelahiran Ucok Firda Purba di Kantor Pencatatan Sipil Bengkulu.

2. Wenny Elida Purba (lahir di Bengkulu tanggal 20-03-1979).

3. Helen Tiorita Purba (lahir di Bengkulu tanggal 27-09-1980).

4. Pindo Purba (lahir di Bengkulu tanggal 07-02-1985).

Sabtu, 25 April 2026

Adong Onerlina br. Simanihuruk

Adong Onerlina Saragih Manihuruk adalah istri kedua dari Kadim Purba.

Kemungkinan lahir di daerah Sidikalang tahun 1914 dan meninggal dunia di Parjalangan tanggal 31 Maret 1998.

Kebetulan saudara perempuan / kakak dari Adong Onerlina menikah dengan marga Purba Pakpak di Sihapalon. Sehingga keluarga Simanihuruk berkunjung ke Sihapalon.

Keluarga Manihuruk juga berkunjung ke rumah satu marga mereka di Pamurpuran dan menetap sampai ibu dari Adong Onerlina meninggal dunia.

Di Pamurpuran inilah Adong dan Kadim berjumpa, sampai akhirnya mereka menikah.

Ibu dari Adong Onerlina yaitu br. Sidabariba meninggal dunia di Pamurpuran dan dimakamkan di belakang Gereja Metodhist Pamurpuran.
Setelah ibu Adong Onerlina meninggal dunia, ayahnya (Manihuruk) pulang ke daerah Sidikalang.
Adong Onerlina Simanihuruk memiliki 5 (lima) orang saudara, yaitu 1 (satu) perempuan kakaknya, dan 4 (empat) orang saudara laki-laki yaitu Sihombar Simanihuruk, Sibiut Simanihuruk, Sisana Simanihuruk, dan satu lagi tak diingat lagi namanya.
Anak Sihombar yaitu Siboli.
Anak Sibiut Simanihuruk yaitu Jimer Simanihuruk.
Anak Jimer Simanihuruk yaitu Sarlong.

Pernikahan Kadim Purba dengan Adong Onerlina Saragih Manihuruk, memiliki anak yaitu :
1. Jaintan Purba menikah dengan Kuhup br. Saragih Garingging. Anak mereka : Lenni Purba, Darman Effendi Purba, Merni Purba, Nelsi Purba, Janri Purba, Rospiani Purba, Edu Sumardo Purba.

2. Mardin Purba menikah dengan br. Saragih. Anak mereka : Erni Purba, Eddy Purba, Rosenman Purba, Delpi Purba, Konni Purba, Saud Purba.

3. Asmen Purba meninggal pada waktu remaja.

4. Siantauhur, meninggal pada waktu remaja.

5. Yernius Purba menikah dengan Weliana br. Muara Enim. Anak mereka : Ucok Firda Purba, Wenny Ellida Purba, Helen Tiorita Purba, Pindo Purba.

6. Tiomas, meninggal pada waktu kecil.

7. Erlina Purba menikah dengan Kosner Damanik. Anak mereka : Nurpi Damanik, Manalsal Damanik, Elmaris Damanik, Idik Damanik, Depni Damanik.

8. Enni Purba menikah dengan Raden Saragih. Anak mereka : Riana Saragih, Feriando Saragih.

9. Abdul Muthalib Purba menikah dengan br. Jawa. Anak mereka : Pipi Purba, Depi Purba, Ondo Purba, Yopi Purba.


Anak dari kakak Adong Onerlina Simanihuruk yang menikah dengan Laingan Purba Pakpak dari Sihapalon yaitu :
1. Janasi Purba di Pematang Siantar.
2. Alib Purba di Pekanbaru.
3. Jamesten Purba di Bane, Pematang Siantar.
4. Dahonim br. Purba menikah dengan marga Saragih.
5. Tiomas br. Purba menikah dengan marga Saragih (di Sondi)
6. ... br. Purba (di Pangalbuan)

Laingan Purba Pakpak dari Sihapalon keturunan dari Tuan Rajaman (Tuan Dolok Maraja) anak kedua dari Tuan Atian Purba.

Anak dari Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX merupakan generasi ke 10 Tuan Pangultop-Ultop, yaitu :
2. Tuan Rajaman (Tuan Dolok Maraja)
3. Tuan Galam (Tuan Bangun Purba)
4. Tuan Horma Bulan (Tuan Pamatang Purba)
5. Tuan Rambe (Tuan Gaja Pokik)
Laingan Purba Pakpak adalah generasi ke 13 dari Raja Purba Pakpak.
Laingan adalah paling kecil dari 5 (lima) orang saudara (yang laki-laki) Purba Pakpak di Sihapalon.

Kamis, 23 April 2026

Sandiwaren Purba Generasi ke 15

Silsilah dari Sandiwaren Purba :
1. St. Kantur Lenson Purba, generasi ke 14, ayah dari Sandiwaren Purba dan ibunya K.L. br. Damanik.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari St. Kantur Lenson Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

Sandiwaren Purba menikah dengan br. Sinurat, tinggal di Parjalangan dan memiliki 2 (dua) orang anak yaitu :
1. Raja Willy Purba.
2. Leoni br. Purba.



Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.

St. Derianser Purba Generasi Ke 15

Silsilah dari St. Derianser Purba :
1. St. Kantur Lenson Purba, generasi ke 14, ayah dari St. Derianser Purba dan ibunya K.L. br. Damanik.
2. Jalakkup Purba, generasi ke 13, ayah dari St. Kantur Lenson Purba.
3. Tuan Bangkit Purba, generasi ke 12, ayah dari Jalakkup Purba.
4. Tuan Tama Purba, generasi ke 11, ayah dari Bangkit Purba.
5. Tuan Inir Purba, generasi ke 10, ayah dari Tama Purba.
6. Tuan Atian Purba / Raja Purba Pakpak IX, generasi ke 9, ayah dari Inir Purba.

St. Derianser Purba menikah dengan St. br. Saragih, tinggal di Parjalangan dan memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu :
1. Icca Leliana br. Purba menikah dengan Damanik (domisili di Pekanbaru).
2. Raja Obet Edon Purba menikah dengan br. Saragih (domisili di Parjalangan).
3. Ivandy Purba (domisili di Jakarta).




Ditulis ulang berdasarkan Silsilah Tuan Parjalangan yang ditulis oleh Konseptor mendiang abang St. Darfin Purba, S.H.